Kejari Batam Diminta Pantau Anggaran "Kebun Raya Batam" Kabid Pertamanan Dinas Perkimtan Irwan Saputra Diduga "Bermain" Aroma Korupsi

Kebun raya Batam. (Ist) 

Batam, Seputarterkini.com - Kejaksaan Negeri Batam Bidang Pidana Khusus diminta pantau perkembangan "Kebun Raya Batam" yang berlokasi di Nongsa Batam.

Pasalnya sejak dibangun tahun 2018 hingga saat ini tak bergema sebagai "botanical garden" yang rencananya memiliki ribuan jenis dan species tumbuhan.Hal itu hanya terlihat bagai isapan jempol belaka.

Proyek yang dirancang bangun dan bisnis plan-nya di inisiasi oleh LIPI ini kini dilokasinya terkesan bagai halaman depan hotel biasa saja.

Kenyataan ini diduga keras akibat salah perawatan dan diduga keras adanya bau "amis korupsi" alokasi dana dari Pemko Batam yang ditunjuk mengelola dan merawat lokasi ini.

"Tranparansi dana alokasi dari Pemerintah Kota Batam tak jelas sejak MOU diteken dan Pemko Batam dibawah Dinas Perkimtan (Perumahan Permukiman dan Pertamanan) untuk melanjutkan pengelolaannya," ujar salah satu Aktifis LSM Batam kepada  media ini Rabu (15/02/2023).

Oleh sebab itu kami akan surati Kejaksaan agar penggunaan anggaran yang kami duga Milyaran Rupiah sejak dikelola Pemko Batam berbau "anyir korupsi" sebab harapan menjadi kebun raya andalan di Kepri pupus tidak tepat sasaran, ungkap LSM ini.

Kabid Pertamanan Dinas Perkimtan Batam Irwan Saputra yang katanya jebolan IPB Bogor dan UGM serta pernah kuliah di Jepang dan Amerika harus bertanggung jawab atas semua ini.

Harapan kemajuan Kebun Raya Batam berada di pundak Irwan Saputra yang memiliki pendidikan dan keahlian tentang pengembangan botanical.

Kebun Raya Batam ini sudah dilaunching 22 Desember 2018 lalu.Dirancang bisa menjadi tempat edukasi sekaligus wisata.

Kebun Raya Batam dirancang memiliki berbagai koleksi tanaman dan taman warna warni. Bakal dilengkapi gerbang, gedung pengelola, rumah kompos, paranet untuk pembibitan, rumah kaca untuk anggrek, embung air, instalasi pengolahan air, ada jalan lingkar juga jalan koleksi yang didisain memiliki spot yang indah untuk didokumentasikan.

Ketika di launching Walikota Batam HM Rudi berharap meningkatkan mutu dan menjadi lebih baik ke depan.

Pantauan media ini di lapangan tampaknya jalan ditempat. Belum ada debut yang nyata.

Harapan itu tampaknya pupus akibat dugaan anggaran peningkatan kwalitas dan kwantitas dari satu-satunya Kebun Raya di Batam ini.

Kebun Raya Batam terletak di Kelurahan Sambau tepatnya dengan luas sekitar 85.6 Hektar
berada di Jalan Hang Lekiu Kecamatan Nongsa Batam.

Kebun ini mengangkat tema Konservasi ex situ Spesies Tumbuhan Pesisir dan Pulau-pulau kecil Indonesia.

Rencananya akan ada aneka ragam hayati di zona koleksi ditanam berdasarkan klasifikasi tanaman (famili) yang merupakan hasil eksplorasi dari pulau-pulau kecil di Batam dan Kepulauan Riau.

Sesuai dengan tema Kebun Raya Batam yaitu Konservasi tumbuhan pesisir dan pulau-pulau kecil.

Harapannya ada bibit tanaman koleksi saat ini sebanyak 9454 tanaman non Anggrek dan lebih 377 tanaman anggrek.

Semuanya adalah hasil eksplorasi Pusat Konservasi Tumbuhan KR Bogor – LIPI yang sudah melakukan sebanyak tujuh kali yakni antara lain di pulau Batam baik di Mainland dan Hinterland, di Pulau Bintan (gunung Bintan Besar dan gunung Bintan Kecil ) dan di pulau Karimun tanaman Koleksi 2472 tanaman, tanaman pengarah + 3037 tanaman, Keruing, Meranti, Sarang semut, Bintangur, Mangis-mangisan, anggrek raksasa/tebu, Gaharu, Pulai, Pasak bumi, Pelawan, Kantung Semar.

Kebun Raya Batam dibangun sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) percontohan daerah perkotaan Indonesia dan juga sebagai Penelitian, Pendidikan, Wisata Lingkungan, juga sebagai sarana tempat belajar alam bagi pelajar.

Dan dirancang menjadi pusat pelatihan bagi para ilmuwan dalam pengkajian bertujuan untuk Konservasi spesies tumbuhan pesisir, Konservasi Tumbuhan Endemik (Tumbuhan asli daerah) di pantai Timur dan Barat Sumatera. (Tim)

Lebih baru Lebih lama