![]() |
Batam, Seputarterkini.com - Tempat Hiburan Malam (THM) The Link Lounge Batam terindikasi menyediakan jasa prostitusi terselubung berkedok Lady Companion (LC) bagi wisatawan Warga Negara Asing (WNA).
Informasi yang berhasil diperoleh wartawan, dugaan praktik prostitusi terselubung di The Link Lounge Batam telah beroperasi sejak lama. Para wanita penghibur di lokasi ini dijual bebas untuk sekali kencan melayani para pria hidung belang tersebut.
"Harga yang ditawarkan sendiri bervariasi. Mulai dari Rp 2 jutaan dan paling rendah Rp 1,5 juta untuk sekali kencan tergantung kecantikan serta kemolekan body para wanita itu," ujar narasumber saat ditemui di kawasan Nagoya Batam, Sabtu (30/8/2025) siang.
Menurutnya, agar praktik dugaan perdagangan orang ini tertutup rapi, para wanita penghibur itu sengaja tidak diperbolehkan keluar dari lokasi persembunyiannya.
"Mereka disimpan di ruang tertutup yang telah disiapkan. Untuk menghindari pantauan Polisi, wanita ini dilarang keluar dari persembunyiannya. Segala kebutuhan serta keperluan di penuhi oleh management," ungkapnya.
Tak hanya itu, kata Narasumber, wanita penghibur ini sebagian besar berasal dari Bandung, Jawa Barat. Mereka ada yang direkrut langsung oleh mucikari dan ada juga yang melamar ke THM tersebut.
"LC yang bekerja disitu (The Link Lounge) rata-rata berusia 18 tahun. Mereka kerap di booking oleh tamu WNA yang mayoritas berasal dari Singapura, India dan Australia," jelasnya.
Narasumber juga menyebut, bos dari The Link Lounge Batam yakni berinisial atau akrab disapa Koko. AK sendiri merupakan pengusaha yang berasal dari Tanjungpinang.
"Koko AK bosnya bang. Yang dulu pegang THM Dynasty," tambahnya.
Perihal informasi ini, awak media masih berupaya mengkonfirmasi pihak terkait soal dugaan praktik perdagangan orang di The Link Lounge Batam. (*)